Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Memposisikan Ibadah Puasa secara Bijak dan Adil

Hari ini sudah memasuki tanggal 10 Sya’ban 1434 H artinya sekitar tiga pekan lagi kita sudah memasuki bulan penuh berkah. Seperti kita ketahui bersama, Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang memiliki makna sangat penting dan setiap muslim yang telah memenuhi syarat wajib melaksanakannya. Puasa Ramadhan adalah rukum keempat dalam Islam. Firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS Al Baqarah : 183) Sabda Nabi Muhammad SAW : Islam didirikan di atas lima sendi yaitu Syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan dan pergi haji ke Baitul Haram (Hadits Muttafaq’Alaih) Sering kita lihat fenomena di masyarakat bagaimana mereka mempersepsikan Ibadah Puasa. Masyarakat Indonesia beberapa puluh tahun kemarin   masih begitu antusias dalam mempersiapkan dan menyambutkan ibadah pua...

Berjuta Makna Dari SAKIT

Sakit adalah bagian dari musibah yang telah Allah ukur kadarnya, tuk dihadiahkan pada hamba-hambanya yang terpilih yang mampu menanggungnya. Sakit sebagaimana tiap ujian, bukan menguji kemampuan sebab telah ditakar sesuai daya tahan. Ia menguji kemauan kita memberi makna. Maka dia yang mampu memberi makna terbaik bagi Sakit. Allah angkat kemuliannnya dan membuat malaikat yang selalu sehat itu tertakjub Sungguh mempesona para insane yang dengan gagah memaknai sakit dan musibahnya : Tugas kita meng-HADAP-i, biar Allah yang meng-ATAS-i !! Sakit adalah jalan kenabian Ayyub AS yang menyejarah. Kesabarannya yang diabadikan jadi teladan semesta. Hari ini kita bercermin padanya. Sakit orang mulia bersebab kemuliaan : Asy-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu, Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa. Nabi SAW pun sakit diracun oleh paha kambing di Khaibar yang menyelusup segigit pertama melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Tapi bahkan mereka yang p...

Menepis Tipuan Angan, Waspadai Muslihat Setan

Gambar
Kesuksesan perjalanan menuju Allah akan mencapai finishnya di jannah yang istimewa. Kebahagiaan abadi dan kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terdetik dalam hati manusia. Itulah ‘perniagaan’ Allah yang disediakan bagi siapapun yang berani membayar harganya. Nabi shalallahualaihi wasallam bersabda : أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَالِيَةٌ، أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ الجَنَّة “Ketahuilah bahwa perniagaan Allah itu mahal, ketahuilah bahwa perniagaan Allah itu adalah jannah.” (HR Tirmidzi, al-Albani mengatakan shahih) Tak ada hasil istimewa yang ditempuh dengan cara berleha-leha. Tak ada cita-cita besar melainkan harus diraih setelah menaklukkan banyak rintangan dan tantangan. Begitupun dengan perjalanan menuju Allah, rintangan senantiasa terpampang di hadapan. Gangguan dan godaan bertebaran sepanjang jalan. Dan musuh cita-cita selalu mengintai dan menjegal para pejalan. Maka, bagi orang yang menempuh jalan...