Bahaya Nasionalisme Sempit
Sejak berakhirnya kepemimpinan Khalifah Ali bin Abi Thalib, sesungguhnya usai sudah era kepemimpinan yang berjalan di atas manhaj(pola) kenabian (khilafah 'ala Minhajin Nubuwwah), dimana kepemimpinan ditentukan oleh integritas dan kualitas moral, bukan individu, bukan karena keturunan atau kekerabatan (dinasti). Setelah itu, mesti masih menggunakan istilah khalifah atau Amirul Mu'minin, sistem kepemimpinan umat bergeser menjadi kerajaan, dimana suksesi kepemimpinan didasarkan pada hubungan darah dan kekerabatan (dinasti). Namun demikian, tidak berarti para khalifah atau sultan di era kerajaan itu buruk. Tak sedikit para khalifah atau sultan yang memegang amanat kepemimpinan dengan meneladani Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin. Di kalangan Bani Umayyah ada sosok khalifah Umar bin Abdul Aziz, cicit Umar bin Khattab, Khulafaur Rasyidin kedua yang terkenal ketegasannya, keadilan, dan kesederhanaannya. Sebagaimana kakek buyutnya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz pun terkena...