Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Sang Tuan Rumah

Sekuel ‘Si Doel Anak Sekolahan’ kembali tayang di salah satu stasiun TV. Daripada menayangkan acara yang tak jelas kontennya, tayangan ini adalah salah satu alternatif baik di pagi hari. Rutinitas pagi kami sembari sarapan sungguh sangatlah sepele. Kalau tak menonton ‘Mama Dedeh’, ya nonton ‘Upin Ipin’ dilanjut ‘Pada Zaman Dahulu Kala’. Bagi Kami, ini adalah penyemangat sekaligus penyegaran sebelum memulai aktivitas. Alhamdulillah, kini ada altenatif lain yaitu ‘Si Doel Anak Sekolahan’. Dulu saya tak terlalu suka dengan sekuel SDAS, tapi setelah beberapa kali tayang, saya menemukan keunikan dan keasyikan tersendiri. SDAS adalah cermin kehidupan masyarakat Betawi yang terlestarikan. Digambarkan, mereka hidup di kampung dengan rumah dan tanah yang lapang. Masyarakat Betawi juga sangat agamis dan berbudaya. Sifat dan karakter mereka juga menarik, jujur dan apa adanya. Dialog antar mereka, sangat asyik dan lepas. SDAS juga memberikan pesan bermakna untuk masyarakat khususnya masyaraka...

Islam Paling Siap Memimpin

Gambar
Doktor Zakir Naik pernah menyampaikan dalam ceramahnya, bahwa berdasarkan riset, umat Islam adalah umat yang paling taat dengan agamanya. Fakta memang berbicara seperti itu. Al Quran dan Al Hadist adalah rujukannya. Selain itu, terdapat rujukan lain yaitu ijtihad ulama. Umat Islam adalah pemeluk yang bersemangat menjalankan perintah agamanya. Umat Islam pula lah yang paling konsisten dan tegas mengharamkan riba, perjudian, perzinahan, makan nabi, nikah sesama jenis dan berbagai larangan agama lainnya. Berbicara tentang ajaran suatu agama, pastilah mengacu pada kitab suci agama masing masing. Dalam Islam, terdapat pemeluk taat dan tetap ada pemeluk yang melakukan kemaksiatan. Terhadap pelaku kemaksiatan jangan salahkan Islam nya, tetapi salahkan pribadi yang tak mau taat dengan ajaran agamanya. Menghakimi Islam karena ulah pemeluknya adalah tidak adil. Islam mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai hal-hal krusial seperti memilih pemimpin sampai hal yang dianggap remeh teme...

Petualang Muslim

Gambar
Mendaki puncak gunung, berangkat dini hari, menembus dinginnya malam. Sampai di puncak, kita berteriak kencang pertanda suka cita, kibarkan bendera, dan berfoto ria. Setelahnya, kita bisa mendirikan tenda untuk bermalam beberapa hari. Di pagi harinya, seduhan minuman hangat bersanding panorama merah di senja pagi, duhai nikmatinya. Beberapa orang berdendang bersama dengan iringan gitar. Atau mungkin, kita bersepeda dari pagi hingga siang melewati medan terjal dan belum kita kenal. Sebagian lagi melakukan perjalanan panjang berhari-hari dengan bekal seadanya. Dengan nyali dan pengalaman, mereka melintasi berbagai wilayah. Orang biasa menyebutnya dengan backpacker . Dengan semuanya, apakah kita layak disebut petualang ( traveller ) sejati. Bagi kita yang mengaku petualang, sejauh apa visi perjalanan anda? Dialah Ibnu Battutah. Petualang sejati dari tanah Maroko. Selama 30 tahun melakukan travelling , dia telah melakukan penjelajahan sejauh 73.000 mil. Ibnu Battutah juga m...