Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Dakwah Bil "Bahasa"

Gambar
Tahukah kita asal mula nama Arsenal, salah satu kota di negara Inggris. Ternyata kata Arsenal berasal dari Bahasa Arab dar as-sina yang artinya kawasan industri atau pabrik. Salah satu Ustadz sirah menjelaskan bahwa nama itu diilhami oleh kekaguman pasukan Eropa saat melihat kawasan industri (pabrik senjata) Kerajaan Islam yang berdiri megah di tepi Laut Tengah. Begitu pun tradisi kongkow sambil ngopi yang kini sedang populer. Kata Kopi terinspirasi dari Bahasa Arab Qahwa. Tradisi ini dulu dilakukan umat Islam untuk memperbincangkan bisnis mereka dan menjaga shalat malam. Pada abad pertengahan, Bahasa Arab memang memegang peranan penting bagi peradaban khususnya sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Saat itu, kiblat ilmu pengetahuan berada di Cordoba Spanyol. Orang Eropa berbondong-bondong ke sana ingin mengkaji ilmu dan sebagai bekal mereka harus bisa berbahasa Arab. Pada masa itu dikenal adigium, jika masyarakat Eropa ingin disebut manusia intelek maka dia harus menguasai B...

Menangislah Karena Ramadhan Akan Segera Pergi

Gambar
Ramadhan tahun lalu saya berkesempatan menyelesaikan itikaf di Masjid Al Azhar Jaka Permai. Masjidnya besar, bersih, sirkulasi udaranya sangat baik sehingga menjadi masjid yang direkomendasikan untuk ibadah itikaf bagi warga di sekitaran Jakarta Timur dan Bekasi. Alhamdulillah, sampai hari terakhir ramadhan saya menyelesaikan itikaf di masjid ini. Sepertinya sudah menjadi tradisi di bada subuh hari terakhir ramadhan, ada prakata yang disampaikan oleh panitia sekaligus pengurus masjid sebagai bentuk rasa apresiasi, maaf, dan harapan atas pelaksanaan kegiataan ramadhan tahun itu. Setelahnya, diikuti dengan saling berjabat tangan antar jamaah diiringi shalawat kepada Baginda Nabi SAW. Di momen itu banyak jamaah tak kuasa menahan air mata entah sedih atau gembira, tak terkecuali juga saya. Kisah lain terjadi beberapa hari lalu saat berbuka bersama di salah satu rumah teman. Ketika kami para laki-laki menyempatkan shalat jamaah maghrib di masjid, ternyata di masjid pun sedang...

The Golden Age of Islam

Gambar
(Istana Al Hambra, sumber:http://arisprasetya09.blogspot.co.id) Film Kingdom of Heaven besutan sutradara Ridley Scott adalah film yang cukup fair menggambarkan suasana Perang Salib pada abad 12. Dalam film tersebut, Salahudin digambarkan sebagai sosok yang sangat disegani masyarakat Eropa khsususnya pasukan Salib. Ada satu adegan yang membuat saya terkagum, saat Salahudin menyambut utusan Pasukan Salib dalam tenda kemah di tengah panasnya gurun. Dalam jamuannya Salahudin menyajikan segelas minuman dingin yang berisi pecahan es batu. Begitu tingginya peradaban umat Islam saat itu. Prof. Dr. Ragib As Sirjani dalam bukunya ‘Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia’ menceritakan kontradiksi kota-kota dunia Islam dan kota-kota dunia Barat sekitar abad 10 M. Dia menjelaskan bahwa dunia Islam adalah dunia penuh kehidupan, kekuatan, dan peradaban. Sedangkan dunia Barat adalah dunia yang primitif, tak mengenal ilmu pengetahuan, dan peradaban. “Dalam buku sejarah umum karya Lawis dan...

Siapa yang Kita Ikuti?

Gambar
(sumber:http://kitorangmengaji.blogspot.co.id) Tak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadi Karl Marx. Ia lebih dikenal sebagai tokoh komunisme dan sosialisme. Pemikirannya menjadi rujukan bagi jutaan manusia bahkan menjadi ideologi politik dan ekonomi beberapa negara. Hingga kini, ideologinya masih diminati dan diperjuangkan banyak orang, walau banyak tergusur dominasi paham liberalisme. Bagi kaum barat, Karl Marx adalah tokoh cendikiawan hebat di zamannya. Di luar itu, Karl Marx adalah seorang tempramen, pemabuk, dan perokok berat. Saking beratnya, isterinya sendiri mengisahkan ketika masuk kamarnya, matanya akan berair karena tebalnya asap rokok yang menggumpal. Ia juga tak memiliki waktu yang jelas saat bangun dan tidur. Diceritakan Karl Marx juga jarang membersihkan diri ke kamar mandi, walau sekadar mencuci muka. Bahkan lebih tragis, ia tak mampu menghidupi isteri dan anaknya sampai detik-detik kematiannya. Dalam Islam profil cendikiawan seperti di atas pasti tert...

Loss of Adab : Problem Umat Kekinian

Sudah sering kita memperbincangkan sebab-sebab kemerosotan umat Islam.  Prof Syed Naquib Al Attas dalam bukunya ‘Risalah untuk Kaum Muslimin’, menyampaikan bahwa kemerosotan umat Islam disebabkan dua hal yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yaitu kuatnya serbuan pemikiran Barat dengan segala turunannya yang secara tidak sengaja atau sengaja, malah diikuti oleh umat Islam. Sedangkan faktor internal adalah masalah keruntuhan adab ( loss of Adab ), yang menurut Al Attas adalah problem genting yang sedang menjangkiti umat Islam. Setelah dirasa dan direnung, diagnosis Al Attas tentang kondisi umat Islam saat ini sangatlah tepat. Problem keumatan yang terjadi akhir-akhir ini adalah akumulasi tindakan umat yang kehilangan adab. Kita saksikan bersama bagaimana seorang yang belum faqih dalam berislam, dengan pedenya berbicara tentang agama. Kita lihat pula, seorang awam agama dengan entengnya mem-bully seorang ulama. Di panggung kepemimpinan, kita memilih pemimpin jauh...

Pendidikan Karakter Saja, Tidak Cukup

Gambar
(sumber:www.gontor.ac.id) Besarnya populasi Gen Y menjadi pembicaraan hangat beberapa bulan lalu. Bagaimana tidak, hampir 50% pegawai di institusi saya bekerja, berusia dibawah 40 tahun bahkan ada yang dibawah usia 20 tahun. Sebagian besar menanggapi positif dan optimis memberdayakannya. Sebagian lagi khawatir, melihat tindak tanduk mereka. Beberapa golongan tua menganggap anak zaman sekarang kurang sopan santun dan susah diatur. Fenomena seperti ini ternyata menjamur hampir di semua tempat, lingkungan keluarga, masyarakat, perusahaan, termasuk instansi pemerintah. Beberapa orangtua mengeluhkan anaknya yang semakin sering membantah. Para pemuda juga semakin tidak hormat kepada kaum yang lebih tua. Di perusahaan, para pimpinan mengeluhkan anak buahnya yang malas membaca dan gampang menyerah jika mengalami himpitan. Di lingkungan kantor, para atasan juga mengeluhkan anak muda yang attitude -nya kurang, cengeng , dan tidak tahan banting. Fenomena Gen Y (selanjutnya diikuti ...