Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Penegasan Pertama

Sungguh menarik membaca tulisan rekan saya di beberapa artikel.   Macam-macamlah tulisan yang dimuatnya. Ada yang menuliskan tentang aktivitas kesehariannya. Aktivitas keseharian yang seolah tak terkesan, dirangkainya menjadi cerita yang menarik dan enak dibaca. Yang hobi travelling , dituliskannya pengalaman selama perjalanan mengelilingi berbagai kota. Ada juga yang berbagi ilmu melalui tulisan, sesuai apa yang dia pelajari misal tentang perkembangan gadget terbaru. Ada juga orang sukanya memberikan analisis terkait informasi update yang terjadi misal kebijakan di bidang politik atau ekonomi. Saya sih merasa senang dan oke-oke saja, asal apa yang dituliskan dan disampaikan memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Kalau yang dituliskan hanya memberikan mudharat, lebih baik segera dihentikan daripada menumpuk dosa yang semakin menjulang. Saya memahami kalau tulisan adalah sarana yang efektif untuk memberikan informasi dan mengedukasi seseorang. Atas dasar itu, saya berusa...

Ini Hadiah Beneran atau Bukan ?

Gambar
Pagi itu, masih dalam suasana Idul Fitri, Ayah saya seketika menghampiri saya ketika berdiri di depan teras. “Kabeh wong kok korupsi, kapan negarane iso maju” , celetuk Ayah saya, seakan berusaha memberikan update info terbaru yang baru dia dapat. Seketika itu pula saya timpali, “Nek korupsi yang merugikan negara wong wis pada ngerti Pak, nek Gratifikasi, lha kuwi sing ngeri dan sulit diberantas” .   Selang berapa detik omongan saya selesai, seketika itu pula Ayah saya pergi, tidak meladeni obrolan panjang dengan saya, seolah menandakan begitu muaknya mendengar berita korupsi lagi. Berselang beberapa menit, saya pastikan berita tersebut dengan melihat breaking news di TV. Ooh, ternyata benar, ada terduga korupsi baru yang ditangkap KPK. Ini agak unik, si terduga ternyata bukan politikus ataupun pengusaha, tetapi seorang akademisi yang baru beberapa bulan mengisi jabatan sebagai birokrat. KPK berhasil membuat gebrakan, mereka berusaha mengungkap praktek kongkalikong dal...

Terjebak Obrolan Yang Melalaikan

Reuni dan berkumpul bersama teman adalah hal yang membahagiakan. Apalagi setelah sekian lama tak bersua melalangbuana menempuh pendidikan dan membangun karir. Obrolan pasti akan terasa berbeda dan bergairah. Antar teman akan saling menyampaikan apa yang dia sudah lakukan dan raih selama masa pengembaraannya. Ada rasa untuk saling menggungguli, berbangga hati, dan bahkan tidak ingin tersaingi. Kadang saya sendiri hilang kendali. Ingin rasanya membalas omongan rekan lain terkait pencapaian yang telah mereka dapat. Ada yang bertanya, “Sekarang lanjut sekolah dimana” , ada lagi yang bertanya “Kamu dimana kerja sekarang” , ada lagi yang bertanya “Sudah punya rumah belum” , sebagian menimpali “Wah hebat kamu ya, baru kerja berapa tahun sudah punya mobil” . Sembari larut dalam pembicaraan, beberapa teman memesan menu makanan untuk hidangan. Menu yang dihidangkan pun tak kalah hebatnya. Pokoknya perfect -lah untuk acara kumpul-kumpul anak muda yang sedang di puncak karier. Sebagian la...