Westernisasi Ajaran Islam
Di Malam ke-27
Ramadhan, Ustadz yang mengisi kajian tarawih di Masjid dekat tempat tinggal
saya mengambil tema tentang “Fitnah Akhir Zaman”. Pembicaraan Ustadz sangat
menarik dan segar sehingga membuat saya khusyuk mendengarkannya ceramahnya. Isi
kajian sangat berbeda dan jarang disampaikan oleh Ustadz yang lain. Dari kajian
tersebut Pak Ustadz banyak menyebut nama “Cheryl Bernand”. Selesai kajian saya
semakin penasaran terkait identitas orang tersebut.
Siapakah Cheryl Bernand ? Dia ternyata adalah
seorang perempuan. Dia adalah penulis buku yang berjudul Civil Democratic Islam, Partners,
Resources and Strategies, (2003). Buku ini membahas tentang
politik perang pemikiran atau strategi dan taktik pemikiran yang perlu
dilakukan Barat untuk menghadapi umat Islam pasca 11 September. Targetnya untuk
melawan sesuatu yang tidak jelas “terorisme dan fundamentalisme” dalam Islam.
Bahkan setelah menulis buku ini ia menulis buku lain berjudul “U.S. Strategy in the Muslim World
After 9/11 (2004), The
Muslim World After 9/11 (2004), dan Three Years After: Next Steps in the
War on Terror (2005).
Cheryl Bernard
adalah sosiologis yang pernah menulis novel-novel feminis yang memojokkan ulama
dan menyatakan wanita dalam Islam itu tertindas. Jilbab menurutnya diambil dari
pemahaman yang salah terhadap al-Qur’an, dan merupakan simbol pemaksanaan dan intimidasi.
Suaminya adalah Zalmay Khalilzad, blasteran Afghan-Amerika yang menjadi asisten
khusus Presiden George W Bush dan Ketua Dewan Keamanan Nasional National Security Council
(NSC) khusus untuk teluk Persia dan Asia Barat-Daya. Selain itu ia pada tahun
1980 bekerja dibawah Paul Wolfowitz pada Policy Planning Council. Pada saat
terjadi perang terhadap Iraq tahun 1991, Zalmay menjadi sekretaris menteri
pertahanan.
Cheryl Bernard
menulis ini dibawah proyek penelitian sebuah lembaga swadaya masyarakat di
Amerika lembaga itu bernama Rand
Corporation. Sebuah lembaga riset yang mengklaim sebagai lembaga independen
yang membuat “analisa obyektif dan solusi efektif terhadap persoalan yang
dihadapi oleh masyarakat ataupun individu diseluruh dunia”. Lembaga ini
dibiayai oleh Smith Richardson Foundation. Di lembaga ini Cheril menulis untuk
Divisi Riset Keamanan Nasional (National Security Research Division) dimana
suaminya bekerja. Tujuan dari buku ini adalah untuk membuat suatu laporan dan
usulan dalam rangka membantu kebijakan pemerintah Amerika, khususnya dalam soal
pemberantasan ekstrimisme, dan pengembangan bidang sosial, ekonomi, politik
melalui proses demokratisasi. Yang jelas divisi ini bertugas memberi saran-saran
kepada pemerintah Amerika bagaimana menghadapi “fundamentalisme” dalam Islam
dan menyebarkan pemikiran liberal ketengah-tengah umat Islam.
Politik
pemikiran Cheryl nampak jelas ketika ia mengemukakan suatu strategi yang
bertujuan untuk merubah dunia Islam agar sesuai dengan “tatanan” dunia
internasional kontemporer, Amerika Serikat dan Barat. Karena tujuannya untuk
mem-Barat-kan umat Islam, maka ia hanya memilih elemen-elemen dan nilai-nilai
Islam yang sesuai dengan Barat saja untuk dikembangkan. Ini tentu untuk
memuluskan jalannya modernisasi, westernisasi dan Amerikanisasi. Bahkan lebih
praktis lagi Bernard menyarankan agar Barat memberikan “bantuan” bagi
pengembangan nilai-nilai Barat tersebut kedalam pemikiran ummat Islam. Bantuan
itu kini telah mengucur ke berbagai LSM-LSM di Indonesia.
Tidak hanya
menyeret nilai-nilai Islam kedalam nilai-nilai Barat, Cheryl Bernard juga
membuat kategori kelompok-kelompok umat Islam dengan bahasa kultural Barat. Kelompok
Islam dalam laporan itu dibagi menjadi Islam
fundamentalis, Islam Tradisionalis,
Islam modernis dan Islam
sekularis.
- Islam Fundamentalis
Cheryl Bernand mengatakan bahwa kelompok Islam ini adalah kelompok Islam
yang sangat berbahaya. Kelompok Islam ini berusaha mengaplikasikan ajaran Islam
dalam semua aspek kehidupan baik bermasyarakat, ekonomi, politik, social budaya,
dan masalah pertahankan. Kelompok Islam ini akan melawan jika agama dan jiwanya
diganggu oleh pihak lain. Cheryl
mengkategorikan kelompok ini sebagai Teroris atau kelompok Radikal. Oleh
karena itu kelompok ini harus dihancurkan dan diperangi karena dapat merusak
eksistensi dan tatanan hidup masyarakat barat.
- Islam Tradisionalis
Kelompok ini berusaha menjalankan ajaran atau syariat Islam dalam dalam
tataran tertentu, atau dapat dikatakan lebih dominan ke pembinaan hati dan
akhlaq. Kelompok ini tidak begitu aktif menyuarakan masalah Islam terkait politik,
ekonomi, ataupun pertahanan. Menurut Cheryl kelompok ini tetap harus diawasi,
jangan sampai terpengaruh oleh pemikiran kelompok Islam Fundamentalis.
- Islam Modernis
Inilah kelompok Islam yang sedang digalakkan dan dikembangkan oleh kaum
Barat di negara-negara Muslim. Dengan doktrinasi pemikiran kaum barat, para
pemikir Islam mencoba membentuk kelompok dengan berbagai macam istilah, misal :
Islam Liberal, Pluralisme agama, Kesetaraan gender. Mereka yang bercorong pada
ilmu pengetahuan barat, berusaha membuat pemikiran dan argumen baru terkait Aqidah
dan Syariat Islam. Dikatakanlah bahwa Al-Quran harus direvisi karena tidak
sesuai perkembangan zaman, dikatakanlah bahwa akal lebih tinggi daripada dalil /
nash Al-quran, dikatakanlah bahwa semua agama itu benar, disampaikanlah bahwa
hukum fikih Islam terkait wanita tidak adil dan lain sebagainya, yang mereka kemukakan
berdasarkan hasil pemikiran akal mereka yang didalamnya terdapat banyak khilaf
dan keterbatasan. Dari pemikiran tersebut, bisa kita lihat sendiri muncullah
beberapa organisasi di Indonesia misal : Jaringan Islam Liberal (JIL), gerakan pluralism
beragama dan lain sebagainya.
- Islam Sekuler
Kelompok ini menganggap kalau agama adalah sebatas hubungan bathin antara
Tuhan dengan makhluk nya saja. Agama hanya terkukung di lingkup tempat ibadah
saja. Akibatnya mereka cukup percaya saja dan tidak menjalankan ajaran Islam
secara kaffah.
Dari ulasan di
atas, sebagai seorang Muslim, mau tak mau, cepat atau lambat, kita harus segera
sadar bahwa upaya pengkikisan muslim dari ajaran agamanya sedang merebak
disekitar kita. Tak hanya disebabkan faktor dari internal kaum Muslim saja, faktor
ekstenal pun sangat kental menghancurkan ajaran Islam karena mereka tidak ingin
melihat umat Islam bangkit.
Dari paparan
tersebut, kita harus bijak melihat kelompok Islam yang ada saat ini. Media
barat menganggap gerakan politik seperti Taliban, Al-Qaeda, Hamas sebagai
kelompok radikal dan teroris yang harus diperangi. Setelah membaca uraian tadi,
semoga kita tersadar bahwa istilah tersebut bukan bahwa umat Islam sendiri,
tetapi orang baratlah yang menamainya dengan tujuan ingin menghancurkan umat
islam dan menghalangi umat Islam menerapkan ajaran Islam secara Kaffah.
Dengan membaca
uraian tersebut, kita menjadi sadar dan tahu bahwa gerakan seperti Islam
liberal, pluralism agama, kesetaraan gender, Islam sekuler adalah kelompok yang
sengaja diciptakan oleh barat untuk menghancurkan aqidah dan syariat umat
Islam. Setelah mengetahuinya, kita menjadi tersadar dan tidak mudah terseret/terjebak
oleh pemikiran mereka yang sangat mengedepankan akal/rasio, yang kalau dilihat
sepintas sangat logis tetapi menyesatkan.
Akhirnya, hanya
kepada Allah SWT kita berlindung dan berserah diri. Semoga Allah SWT menjaga
kita, agar kita tetap istiqomah menjalankan agama Islam sesuai tuntunan Al-Qur’an
dan Al-Hadits yang diajarkan melalui Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Wallahu A'lam
Bisawab

Komentar
Posting Komentar