Penegasan Pertama



Sungguh menarik membaca tulisan rekan saya di beberapa artikel.  Macam-macamlah tulisan yang dimuatnya. Ada yang menuliskan tentang aktivitas kesehariannya. Aktivitas keseharian yang seolah tak terkesan, dirangkainya menjadi cerita yang menarik dan enak dibaca. Yang hobi travelling, dituliskannya pengalaman selama perjalanan mengelilingi berbagai kota. Ada juga yang berbagi ilmu melalui tulisan, sesuai apa yang dia pelajari misal tentang perkembangan gadget terbaru. Ada juga orang sukanya memberikan analisis terkait informasi update yang terjadi misal kebijakan di bidang politik atau ekonomi. Saya sih merasa senang dan oke-oke saja, asal apa yang dituliskan dan disampaikan memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Kalau yang dituliskan hanya memberikan mudharat, lebih baik segera dihentikan daripada menumpuk dosa yang semakin menjulang.

Saya memahami kalau tulisan adalah sarana yang efektif untuk memberikan informasi dan mengedukasi seseorang. Atas dasar itu, saya berusaha mengambil peran dengan menuliskan beberapa kata  yang semoga memberikan manfaat bagi saya sendiri maupun orang lain. Saya tegaskan, sesuai judul blog saya, saya berusaha menuliskan artikel terkait ajaran Islam dengan segala kesempurnaannya dan sejarahnya. Saya sadari bahwa ilmu saya sangat terbatas, untuk itu dengan menulis, saya berharap kepekaan saya untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri semakin bertambah, sehingga di setiap momen selalu ada perbaikan dalam tulisan dan selanjutnya berimbas dalam amalan keseharian. Saya juga tidak segan meminta kritik dan masukan, jika apa yang saya tuliskan banyak kekurangan. Saya juga membuka forum diskusi, jika ada hal yang perlu dibicarakan untuk dicari jalan keluar, bukan untuk diperdebatkan.

Saya tegaskan kembali, mengapa saya lebih fokus untuk menulis blog tentang Islam ?

Allah SWT berfirman, 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". (QS : Al Hujurat : 6]

Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-Quran kabar yang sangat jelas bagaimana kita menanggapi berita yang beredar terkait Islam. Seperti kita ketahui bersama, banyak kabar memberitakan dunia Islam yang terkesan memojokkan kaum Islam. Di beberapa media malah tak sekadar memojokkan Islam, tetapi menjelek-jelekkan dan menghina ajaran Islam. Beberapa berita kadang salah memberikan info bagaimana ajaran Islam yang sesungguhnya. Beberapa tulisan juga salah memberitakan sejarah dan perjalanan umat Islam yang sebenarnya.

Media asing selalu menulis berita, “Pemberontak Suriah berusaha menggulingkan pemerintahan resmi Presiden Bashar Assad”.  Apakah layak orang berjuang menegakkan akidahnya, melindungi masyarakat yang ditindas disebut pemberontak.

Buku Sejarah selalu berkata, kalau Mustafa Kemal Pasha adalah Bapak Demokrasi dan Revolusi Pembaharuan Turki. Apakah layak orang yang meruntuhkan kekhalifan Islam, mengganti  nilai-nilai Islam dengan ajaran sekuler, melakukan pengkhianatan bersama kaum Yahudi, disebut sebagai bapak revolusi.

Kaum Sekuler selalu berkata, kalau Jihad adalah ajaran kekerasan yang diterapkan dalam Islam, sedang Poligami adalah ajaran yang melecehkan kaum Perempuan. Padahal itu ajaran yang diperintahkan dalam Al-Quran. Apakah orang yang berjuang mempertahankan aqidahnya, menjaga wilayah, dan martabatnya disebut melakukan kekerasan. Sedang mereka yang melakukan invasi ke wilayah lain tanpa alasan yang jelas dan membunuh masyarakat sipil, diklaim menjaga perdamaian.

Buku sejarah juga berkata, kalau Pangeran Diponegoro adalah Pahlawan Nasional. Apakah hanya sekedar itu? Beliau selalu memakai sorban layaknya pejuang Islam, meneriakkan kalimat jihad untuk menyemangati pasukannya, meminta bantuan kekhalifahan Utsmani untuk menambah armada perang. Apakah sesempit itu, bukankah dia berperang atas nama Islam untuk menghapus kekufuran dan kedzaliman?

Sebenarnya masih banyak fakta lain yang secara sengaja maupun tidak sengaja, ingin men-distorsi dan menyudutkan ajaran Islam beserta sejarahnya. Nah, atas pertimbangan tersebut saya berusaha mengambil peran, ya minimal melalui tulisan ini. Karena hidup adalah pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban kepada Sang Pemberi Kehidupan, terkait kontribusi apa yang telah kita berikan untuk kejayaan Islam.

Ingat! Kebenaran yang Parsial akan dikalahkan oleh Kebohongan yang Terorganisir. Oleh karena itu, mari kita mengambil peran masing-masing berkontribusi untuk kejayaan islam. Kemudian kita satukan untuk menghancurkan kebohongan dan kebathilan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangislah Karena Ramadhan Akan Segera Pergi

Pemimpin Kafir Tapi Adil ???

Islamisasi Sains