Loss of Adab : Problem Umat Kekinian
Sudah sering kita
memperbincangkan sebab-sebab kemerosotan umat Islam. Prof Syed Naquib Al Attas dalam bukunya ‘Risalah
untuk Kaum Muslimin’, menyampaikan bahwa kemerosotan umat Islam disebabkan dua
hal yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yaitu kuatnya serbuan
pemikiran Barat dengan segala turunannya yang secara tidak sengaja atau
sengaja, malah diikuti oleh umat Islam. Sedangkan faktor internal adalah
masalah keruntuhan adab (loss of Adab),
yang menurut Al Attas adalah problem genting yang sedang menjangkiti umat
Islam.
Setelah dirasa dan direnung, diagnosis
Al Attas tentang kondisi umat Islam saat ini sangatlah tepat. Problem keumatan
yang terjadi akhir-akhir ini adalah akumulasi tindakan umat yang kehilangan
adab. Kita saksikan bersama bagaimana seorang yang belum faqih dalam berislam, dengan
pedenya berbicara tentang agama. Kita lihat pula, seorang awam agama dengan
entengnya mem-bully seorang ulama. Di panggung kepemimpinan, kita memilih
pemimpin jauh dari kualitas sebagaimana dijelaskan para ulama. Masalah ukhuwah
juga tidak kalah peliknya, sesama muslim hanya karena masalah perbedaan
khilafiyah dengan mudahnya saling membidahkan bahkan saling menyesatkan.
Al Attas dalam bukunya ‘Aims and objectives of Islamic Education’
juga menjelaskan bahwa loss of Adab
adalah:
“lost of discipline - the discipline of body, mind, and soul; the
discipline that assures the recognition and acknowledgement of one’s proper
place in relation to one’s self, society, and community; the recognition and
acknowledgement of one’s proper place in relation to one’s physical,
intellectual, and spiritual capacities and potentials; the recognition and
acknowledgement of the fact that knowledge and being are ordered
hierarchically.”
Menurutnya, seseorang yang
kehilangan adab adalah orang yang kehilangan adab tentang disiplin badan,
pikiran, dan jiwanya. Orang yang tidak beradab juga tidak bisa mengenal dan
mengakui tempat yang wajar untuk dirinya sendiri termasuk terhadap keluarga,
masyarakat, dan umat. Tepat sekali analisis Prof Al Attas. Problem yang dipaparkan
di atas adalah buah dari umat Islam yang kehilangan disiplin adab baik tubuh,
pikiran, dan jiwanya, serta tidak mampu menempatkan diri secara tepat dalam kondisi
yang terjadi.
Adapun, beberapa ikhtiyar menuntaskan
masalah umat lewat jalur politik, ekonomi keumatan, dan alternatif lainnya
tetap harus diperjuangkan. Tetapi menurut Al Attas, yang terpenting adalah menyelesaikan
akar permasalahannya terlebih dahulu yaitu masalah adab. Kehilangan adab akan
menyebabkan umat ini kehilangan keadilan dan keliru memahami ilmu. Masyarakat
yang keliru dalam memahami ilmu akan melahirkan pemimpin palsu di tengah umat.
Pemimpin palsu akan menyebabkan kezhaliman terjadi dimana-mana.
Komentar
Posting Komentar