The Golden Age of Islam

(Istana Al Hambra, sumber:http://arisprasetya09.blogspot.co.id)

Film Kingdom of Heaven besutan sutradara Ridley Scott adalah film yang cukup fair menggambarkan suasana Perang Salib pada abad 12. Dalam film tersebut, Salahudin digambarkan sebagai sosok yang sangat disegani masyarakat Eropa khsususnya pasukan Salib. Ada satu adegan yang membuat saya terkagum, saat Salahudin menyambut utusan Pasukan Salib dalam tenda kemah di tengah panasnya gurun. Dalam jamuannya Salahudin menyajikan segelas minuman dingin yang berisi pecahan es batu. Begitu tingginya peradaban umat Islam saat itu.

Prof. Dr. Ragib As Sirjani dalam bukunya ‘Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia’ menceritakan kontradiksi kota-kota dunia Islam dan kota-kota dunia Barat sekitar abad 10 M. Dia menjelaskan bahwa dunia Islam adalah dunia penuh kehidupan, kekuatan, dan peradaban. Sedangkan dunia Barat adalah dunia yang primitif, tak mengenal ilmu pengetahuan, dan peradaban.

“Dalam buku sejarah umum karya Lawis dan Rambou dijelaskan, Inggris Anglo-Saxon pada abad ke-7 M hingga abad ke-10 M merupakan negeri tandus, terisolir, kumuh, liar. Rumah-rumah dibangun dengan batu kasar tidak dipahat dan diperkuat dengan tanah tandus…

Wabah penyakit berjangkit menimpa binatang ternak yang merupakan sumber penghidupan satu-satunya. Tempat kediamaan dan keamanan manusia tidak lebih baik dari hewan…

Kala itu Eropa penuh dengan hutan belantara. Sistem pertaniannya terbelakang. Dari rawa-rawa di pinggiran kota, tersebar bau-bau busuk yang menyengat. Rumah-rumah di Paris dan London dibangun dengan kayu dan tanah yang dicampur dengan jerami dan bambu…

Mereka tidak mengenal kebersihan. Kotoran hewan dan sampah dapur dibuang di depan rumah sehingga menyebarkan bau busuk yang meresahkan. Satu keluarga semua anggotanya (laki-laki, perempuan, dan anak-anak) tidur di satu kamar bahkan seringkali binatang piaraaan dikumpulkan bersama mereka…”

Itulah kondisi masyarakat Eropa pada abad pertengahan berkisar abad 5-15 M. Periode ini berawal dari keruntuhan Romawi Barat (Romawi) yang kemudian diikuti perang antar wilayah di Eropa. Pada tahun 1347-1350, sepertiga penduduk Eropa terbunuh akibat wabah virus tikus dari Asia (the black death). Keterlakangan sains, menjadikan wabah ini dianggap sebagai kutukan bangsa Eropa. Era kegelapan peradaban Barat ini sering disebut The Dark Age of Europe. Era ini berakhir setelah runtuhnya hegemoni gereja terhadap masyarakat Barat.

Di saat Eropa terkungkung dalam kegelapan, Islam datang mengambil peran. Inilah era kejayaan peradadan Islam atau The Golden Age of Islam. Peradaban Islam membentang luas disegala aspek baik dalam bidang pendidikan, astronomi, rekayasa teknik (engineering), kesehatan, eksplorasi, sampai tercermin dalam gaya hidup masyarakat muslim. Salah satu contoh lifestyle masyarakat muslim adalah tradisi masyarakat Yaman minum kopi di Cafe sekitar tahun 1400. Kebiasaan itu dilakukan untuk sekedar memperbincangkan bisnis dan menjaga shalat malam mereka. (kata “kopi” adalah serapan dari Bahasa Arab “Qohwah”)

Peradaban ini bermula saat kedatangan Islam pada abad ke-7. Turunnya Al Quran memberikan efek yang luar biasa bagi umat Islam, umat yang awalnya tidak gemar membaca, beralih menjadi masyarakat ilmiah yang gemar mengkaji Al Quran dan menemukan hikmah yang tiada habisnya. Bermula dari Tauhid, terbentuklah peradaban ilmu dalam Islam. Tauhid telah menjadikan umat Islam menemukan jati diri dan hakekat hidup sebenarnya. Muslim mencintai ilmu karena ingin mengenal pencipta-Nya Al Alim. Peradaban berbasis ilmu inilah yang mampu berjaya dan memberikan pencerahan kepada manusia.

Roda zaman terus berputar. Hari ini, Barat mengklaim periodisasi peradabannya berawal dari peradaban klasik/yunani, kemudian berlanjut ke peradaban modern. Mereka telah memanipulasi sejarah. Ada satu periode panjang yang mereka tidak akui yaitu abad pertengahan, masa kegelapan bagi bangsa Eropa.

Tapi, tenanglah karena sejarah tak bisa dibohongi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangislah Karena Ramadhan Akan Segera Pergi

Pemimpin Kafir Tapi Adil ???

Islamisasi Sains