Ya Allah Jagalah Beliau


Sudah menjadi kebiasaan saya untuk mengetahui profil seseorang lebih dalam. Entah itu tokoh agama, ekonomi, politik, atau tokoh lain dari berbagai bidang. Perkenalan awal memang tampak biasa. Saya mengenal Beliau sebagai ulama kelahiran Jakarta dan menamatkan studi sarjana di salah satu universitas ternama di Arab Saudia. Sebelum itu, Beliau menjalani pendidikan di Pondok Pesantren Gontor Jawa Timur. Yang pasti keilmuan agamanya sangat mumpuni.

Nama Beliau semakin dikenal ketika menjadi salah satu juri perlombaan Hafidz cilik di salah satu TV swasta. Para jamaah dan hafidz cilik memanggil Beliau dengan sebutan ‘Abi’. Beliau juga menginisiasi program religi di salah satu TV swasta, kalau tidak salah programnya bernama ‘Khazanah’, yang sampai saat ini masih tayang setiap pagi. Menurut saya, ini adalah salah satu acara religi yang sangat mengedukasi umat Islam, sesuai dengan judul programnya.

Perkenalan Beliau semakin dekat ketika saya mengikuti kursus pra nikah, yang diselenggarakan oleh salah satu unit yang diasuh oleh Beliau. Unit tersebut adalah Ar Rahman Pre Wedding Academy yang biasa disingkat dengan nama APWA. Saya memang bersemangat untuk mengikuti kursus tersebut. Narasumber awal, kebetulan juga Beliau. Ketika itu, saya dengarkan baik-baik apa yang Beliau sampaikan. Saya kemudian berkomentar dalam hati ,”masyaallah ini ulama luar biasa, pandangan jauh ke depan, diksinya sangat bagus, dan apa yang disampaikan sangat mencerdaskan. Kata-katanya pun membangkitkan ghirah Islam. Jarang-jarang ada ulama seperti ini.” Setelahnya, saya semakin tertarik dengan Beliau. Beberapa momen kajian di berbagai tempat saya ikuti.

Semakin saya mengenal Beliau, saya semakin cinta dan mengidolakannya. Ternyata Beliau juga aktif di beberapa organisasi Islam. Tercatat Beliau pernah menjabat kepengurusan di Muhamadiyah, MUI, dan sebagai sekjen MIUMI. Beliau juga ditunjuk sebagai ketua ikatan Alumni Universitas Madinah. Dan masih banyak lagi karir keorganisasian Beliau. Kesemuanya, semakin meneguhkan keyakinan saya bahwa Beliau adalah salah satu sosok ulama yang ideal menurut pandangan saya.

Spesialis Beliau adalah kajian taddabur Al-Qur’an, semacam kajian tafsi. Ini yang unik dari Beliau, biasanya kajian seperti itu sepi jamaah tapi ini sebaliknya. Kajian rutin kamis malam selalu dipenuhi para jamaah yang rata-rata berlatarbelakang muslim terdidik. Di setiap kajiannya, Beliau selalu mengaitkan dengan konteks kekinian. Pastinya ditinjau dari kacamata Islam. Dari Beliau, kita umat Islam diajak ‘melek’ dengan kondisi yang terjadi entah itu kondisi politik, ekonomi, maupun sosial masyarakat.

Nama Beliau semakin dikenal ketika menjadi Ketua GNPF MUI. Saya tidak ingin membahas gerakan ini lebih lanjut karena umat Islam Indonesia pasti sudah mengetahuinya. Yang saya ingin bagikan adalah salah satu inisiator terbentuknya gerakan tersebut. Sebelumnya umat Islam tidak mengenalnya siapa ketua gerakan ini, tapi bagi saya sangatlah pantas kalau Beliau yang menjadi ketua. Saya rasa, kapasitas dan ghirah Beliau layak untuk memimpin gerakan tersebut. Sebuah gerakan yang mempersatukan umat Islam dari berbagai fikrah. Gerakan yang mampu menghadirkan 5 juta umat islam (mungkin lebih) berkumpul bersama untuk satu tujuan yang jelas.

Setelah aksi tersebut, saya semakin intens mengikuti perkembangan informasi tentang Beliau, layaknya seorang fans. Momen disaat beliau memberikan tausyiah adalah hal yang sangat saya nantikan. Entah mendengarkan langsung saat tabligh akbar atau sekedar menonton via youtube. Ada ghirah baru saat Beliau memberikan ceramah. Iman ini seperti terisi kembali. Kadang saya menangis, ketika mendengar kajian Beliau. Menangis karena belum bisa berkontribusi banyak dalam mendukung perjuangan Beliau. Kita sebagai umat Islam masih lemah dalam berjuang, belum bisa totalitas dalam membela Islam. Dunia seperti tembok tinggi yang menghadang saya.

Saya sangat yakin, tidak ada yang diharapkan oleh Beliau dalam perjuangan ini kecuali ridha Allah. Tidak ada yang Beliau takutkan dan semua tanpa embel-embel. Beliau tidak rela bangsa Indonesia terjajah dan membebek dengan bangsa lain. Beliau juga tidak rela kalau umat Islam terdzalimi secara ekonomi. Beliau tidak rela segilintir orang menguasai aset bangsa ini. Beliau tidak rela umat Islam tersekulerkan dan menjadi liberal. Beliau tidak rela Islam dan Al Quran dinistakan. Beliau juga tidak kalau ulama dinistakan.

Terakhir, Saya menyarankan untuk diri saya pribadi dan saudara-saudara Muslim untuk mendukung perjuangan Beliau semampu kita. Entah kenapa saya sangat suka mendengarkan dan menonton tausyiah-tausyiah Beliau. Yang belum pernah mendapat ceramah Beliau, Cobalah lihat dan dengar baik-baik tausyiahnya. Gunakan hati nurani dan iman kita. Insyaallah, kita akan tercerdaskan dan menjadi muslim seutuhnya.

Semoga Allah SWT menjaga Beliau dan para ulama negeri ini. Aamiin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangislah Karena Ramadhan Akan Segera Pergi

Pemimpin Kafir Tapi Adil ???

Islamisasi Sains