Iman dan Taqwa
Iman dan Taqwa,
Tak sekadar didengar saat
khotib mengumandangkan khutbah di setiap pekannya.
Tetapi tanpa esensi dan
realisasi.
Berimanlah,
Percaya dan yakinlah kepada
enam rukun iman dan Percayalah terhadap hal yang ghoib maupun yang dapat kita
indera.
Berimanlah,
Dengan hakiki, teryakini
dalam hati, terucap dalam lisan, terbukti dalam perbuatan.
Berimanlah,
Sesuai tuntunan-Nya. Tak
seperti Abu Tholib teryakini dalam hati, tapi tak terucap dalam lisan. Tak
seperti Iblis, terucap dlm lisan, teringkar dalam hati dan perbuatan.
Berimanlah,
Karena iman memiliki
tingkatan yang lebih tinggi dari islam.
Berimanlah,
Seolah kamu melihat Allah
SWT, jika tidak yakinlah bahwa Allah SWT pasti melihatmu.
Berimanlah,
Dengan dengan
seyakin-yakinnya, walaupun materi tak langsung kita terima. Tetapi terjanji pahala yg besar di akhir
penghujungnya.
Berimanlah.
Dengan seyakin-yakinnya.
Seyakin matahari akan terbit di esok hari. Seyakin bulan akan bersinar di malam
hari. Seyakin malam akan datang saat kita pulang.
Dan Bertaqwalah,
Dengan sebenarnya, tak
sekadar ibadah mahdah saja, tetapi ibadah ghairu mahdah juga.
Bertaqwalah,
Dengan totalitas, karena
Islam ini kaffah dan setiap aktivitas terikat aturan dengan-Nya.
Bertaqwalah,
Seperti Luqman Al Hakim
memberikan nasehat indah kepada anaknya.
Bertaqwalah,
Seperti Umar bin Khattab,
karena taqwa adalah kehati-hatian laksana kita berjalan di atas duri.
Bertaqwalah,
Karena dengan itu Allah SWT
menilai kemuliaan hamba-Nya.
Komentar
Posting Komentar