Wasiat Kepada Para Aktivis Islam



WASIAT

Wahai segenap aktivis Ikhwanul Muslimin, dengarlah! Dengan kata-kata saya ini, saya ingin meletakkan fikrah di depan penglihatan kalian. Barangkali akan terjadi saat-saat sulit yang memisahkan saya dengan kalian semua sehingga saya tidak bisa lagi berbincang-bincang atau menulis untuk kalian. Saya pesankan kepada kalian hendaknya merenungkan kata-kata saya. Jika memungkinkan, hendaknya dihafal dan agar kalian mau ber-ijtima’ (bersatu) dalam rengkuhannya. Sesungguhnya di balik setiap kata terdapat berbagai macam makna.

Wahai ikhwan! Kalian bukanlah perkumpulan sosial, bukan partai politik, dan bukan pula sebuah organisasi temporer yang berorientasi untuk meraih tujuan-tujuan pragmatis tertentu. Namun kalian adalah ruh yang baru yang mengalir di hati umat ini, maka ia pun akan menghidupkannya dengan Al-Qur’an. Kalian adalah cahaya baru yang tengah merekah. Cahaya itulah yang menyikap tabir kegelapan materialisme dan menggantikannya dengan ma’rifatullah. Kalian adalah surga yang melengking tinggi dan senantiasa menyenandungkan dakwah Rasulullah SAW. Tidaklah berlebihan jika kalian merasa bahwa kalian telah mengemban amanat dakwah ini di saat semua orang tidak sudi melakukannya.

Jika dikatakan kepada kalian, “Kemana kalian mengajak?” Katakanlah, “Kami mengajak kepada Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Pemerintahan adalah bagian darinya dan kemerdekaan adalah salah satu (kewajiban) diantara sekian banyak kewajibannya. “Jika dikatakan bahwa pernyataan ini berbau politik maka katakanlah, “Itulah Islam, dan kami tidak mengenal pemilahan-pemilahan parsial seperti itu.”

Jika dikatakan kepada kalian, “Kalian adalah para da’i (penyeru) yang revolusioner”, maka katakanlah, “Kami adalah para da’i (penyeru) kebenaran dan kedamaian. Kami yakin dengan kebenaran itu dan bangga dengan segala atributnya. Jika kamu menyatakan perlawanan terhadap kami dan menghalangi jalan kami, maka sungguh Allah telah mengizinkan kami membela diri. Dan kamulah sesungguhnya para pemberontak yang lalai. Jika dikatakan, “Kalian minta perlindungan para tokoh dan lembaga,” maka katakanlah, “Kami beriman kepada Allah saja dan mengkafiri apa yang telah engkau persekutukan.” Dan jika mereka kembali dengan permusuhannya, maka katakanlah,
“Kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.” (QS Al-Qashash : 55)


KEWAJIBAN-KEWAJIBAN

Berimanlah kepad Allah, milikilah ‘izzah (kewibawaan) dengan ma’rifah kepada-Nya dan bersandarlah kalian hanya kepada-Nya. Jangan takut kepada selain Dia, laksanakan apa-apa yang diperintah-Nya dan jauhi larangan-larangan-Nya.
Berakhlaklah dengan segala keutamaan dan berpegang teguhlah dengan kebenaran. Jadilah kalian orang-orang yang kuat dengan akhlak, orang-orang yang punya ‘izzah dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kalian berupa keimanan orang-orang mukmin dan kemuliaan orang-orang yang taqwa lagi shalih.

Terimalah Al-Qur’an dengan ketekunan mempelajarinya dan sambutlah sirah Rasulullah yang suci dengan selalu mengingatnya. Jadilah kalian para pelaku amal dan bukan orang-orang yang hanya pintar berdebat. Sungguh jika Allah memberi hidayah kepada suatu kaum, tentu Dia akan mengilhamkan kepada mereka untuk beramal (merealisasikannya). Tidaklah tersesat suatu kaum setelah datangnya petunjuk, kecuali mereka yang suka berdebat.
Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. Jagalah selalu persatuan dan kesatuan, karena ia merupakan rahasia kekuatan dan penentu keberhasilan kalian. Teguhlah kalian dalam prinsip, sampai Allah membukakan al-haq di antara kalian dan di tengah kalian. Dia-lah sebaik-baik pembuka.

Dengar dan taatilah qiyadah (pemimpin) dalam kondisi sulit maupun mudah, dalam keadaan giat ataupun malas. Itulah syi’ar dan fikrah kalian dan mata rantai hubungan di antara kalian. Setelah itu tunggulah pertolongan dan dukungan Allah. Tidak diragukan lagi, peluang itu pasti datang.
“Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (QS Ar-Rum : 4-5)

Semoga Allah berkenan memberikan taufiq kepada kita atas apa yang dicintai dan diridhai-Nya, membimbing kita untuk meniti jalan mereka yang terpilih dan mendapatkan petunjuk, menghidupkan kita dengan kehidupan orang-orang yang punya ‘izzah dan sejahtera, serta mematikan kita dengan kematian mujahid dan syuhada. Sesungguhnya, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

(Ditulis oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna, yang dinukil dari buku berjudul “Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin”)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menangislah Karena Ramadhan Akan Segera Pergi

Pemimpin Kafir Tapi Adil ???

Islamisasi Sains